Adsense

Cara Pengobatan Hepatitis B, Simak Ulasan Lengkapnya



     Hepatitis B adalah termasuk penyakit yang cukup serius dimana dapat menimbulkan kanker hati serta sirosis sehingga organ hati mengalami kerusakan.


Hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar dunia termasuk di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendata bahwa lebih dari 680 ribu jiwa meninggal dunia setiap tahun karena komplikasi hepatitis B yang diantaranya siroris dan kanker hati. Di Indonesia, hasil penelitian Kesehatan Dasar tahun 2015 menunjukkan penderita hepatitis B di Indonesia hampir mencapai 28 juta jiwa yang setengahnya berpotensi untuk menjadi hepatitis B kronis, dan sebanyak 10% dari risiko kronis itu akan mengganas seperti sirosis hingga kanker hati.


Virus HBV
Hepatitis B adalah suatu infeksi yang menyerang pada organ hati dimana penyebabnya adalah virus hepatitis B (HBV), virus ini bisa muncul dengan dipicu oleh berbagai jenis faktor seperti kurang tidur, kurang istirahat atau terlalu lelah, selalu mengkonsumsi junkfood, minum alkohol, merokok, dan lain sebagainya. Tidak sedikit angka kasus kematian yang disebabkan oleh virus ini. 



Penularan virus HVB melalui : 
a. Hubungan suami istri yang tidak sehat, misalnya berganti-ganti pasangan serta berhubungan intim tanpa memakai alat pengaman.
b. Jarum suntik (medis, tato, tindik, dll) yang tidak steril atau terkontaminasi darah penderita HVB.

Penularan Hepatitis B Melalui Jarum Suntik
c. Kontak darah secara langsung
d. Faktor keturunan, ibu hamil penderita hepatitis B bisa menularkan penyakitnya kepada bayinya.

Hepatitis B pada umumnya tidak terdeteksi karena gejala-gejalanya tak terasa secara langsung. Oleh karena itu sebagian besar orang tidak menyadari bahwa telah terinfeksi. 
Gejala umum hepatitis B yaitu :


Gejala Hepatitis B Mata Menguning
  • Nyeri di daerah perut
  • Warna urine gelap
  • Nyeri di persendian
  • Sering terasa lelah dan lemas
  • Warna kulit dan putih mata berwarna kekuningan
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Mual serta muntah.
  • Gejala menyerupai pilek, misalnya sakit kepala.


Pengobatan hepatitis B dibagi menjadi 2 macam pengobatan, yaitu pengobatan hepatitis B akut dan pengobatan hepatitis B kronis. Apabila penderita masih tergolong hepatitis B akut maka pengobatan akan menghabiskan waktu relatif sebentar, tetapi ketika sudah didiagnosis menjadi hepatitis B kronis maka pengobatannya membutuhkan rentang waktu lebih lama. Selain itu jika telah memasuki level hepatitis B kronis maka bisa membahayakan nyawa penderitanya yang berujung kematian. Oleh sebab itu jika tidak secepat mungkin ditangani, pendertia hepatitis B kronis akan berisiko terserang sirosiskanker hati, hingga gagal hati. Pengobatan hepatitis B kronis ini membutuhkan bantuan tenaga dokter spesialis hati ( ahli hepatologi )
Diagnosis hepatitis B dilaksanakan melalui berbagai proses pemeriksaan darah, yaitu tes antigen dan antibodi dari virus hepatitis B dan pemeriksaan darah guna melihat fungsi organ hati.

Pengobatan Hepatitis B Akut

Infeksi hepatitis B akut pada umumnya diderita oleh orang dewasa. Penderita hepatitis B akut bisa pulih dalam hitungan beberapa bulan tanpa naik menjadi hepatitis B kronis. Tidak ada metode yang khusus untuk mengobati hepatitis B akut, sehingga penderita bisa sembuh tanpa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. 

Pengobatan untuk penderita hepatitis B akut lebih mengarah supaya mengurangi gejala yang timbul melalui pemberian obat pereda nyeri serta obat anti mual.  sehingga virus tersebut tetap ada dalam tubuh penderita tetapi dapat dilemahkan oleh sistem imun tubuh. Penderita hepatitis B akut yang sudah merasa tubuhnya sehat belum tentu terbebas total dari virus. Maka tetap disarankan untuk menjalani tes darah dan pemeriksaan kesehatan teratur supaya memastikan benar-benar sembuh.
1. Kebutuhan Gizi Yang Cukup


Cara Pengobatan Hepatitis B Makanan Sehat

Cukupi kebutuhan gizi dengan baik dan jangan sampai tubuh penderita kekurangan gizi, karena dapat mengakibatkan penyakit hepatitis B sulit disembuhkan. Asupan gizi yang cukup yaitu 4 sehat 5 sempurna akan membuat tubuh fit sehingga menumbuhkan sistem imun yang baik. Dengan begitu virus hepatitis B pada tubuh penderita akan melemah. Semakin lemah virus tersebut maka kondisi kesehatan penderita hepatitis B akan semain membaik.

2. Minum Obat

Obat-obatan yang perlu dikonsumsi penderita hepatitis B adalah parasetamol yang berguna sebagai pereda nyeri. Selain itu parasetamol juga dapat menurunkan demam. Ketika virus sedang menyerang sistem kekebalan tubuh, tubuh penderita akan berekasi seperti demam. Demam bukanlah suatu penyakit, tetapi adalah gejala yang timbul dari stuatu penyakit. 

3. Mengkonsumsi Supplemen Vitamin C

Virus yang ada di dalam tubuh manusia tidak terlepas dari sistem imun yang ada di dalam tubuh. Kandungan vitamin C tersebut berfungsi untuk melemahkan virus dan menangkal virus hepatitis teresut. Anda bisa memulainya dengan mengkonsumsi makanan yag mengandung vitamin C tinggi dan juga buah yang kaya akan vitamin C. Vitamin C yang ada di dalam makanan tersebut bisa membuat sistem imun semakin stabil. Saat sistem imun stabil maka sistem imun akan mudah untuk melemahkan virus yang ada di dalam tubuh anda. Vitamin C ini harus ada setiap harinya di dalam menu makanan anda.
4. Mencukupi Kebutuhan Cairan
Cairan atau air dapat membuat penderita hepatitis B akut terhindar dari dehidrasi. Jika seseorag dehidrasi, maka fungsi organ hati akan semakin berat sehingga kondisinya akan memburuk. Ini karena hati membutuhkan air sebagai pelancar metabolisme pada darah. Apabila tubuh kekurangan air maka proses peredaran darah di dalam tubuh tak berjalan lancar sehingga aliran darah yang seharusnya menuju ke organ hati akan semakin tak lancar. 

5. Tidur Cukup

Bagi penderita hepatitis B akut disarankan menghindari aktivitas fisik terlalu berat karena kondisi penderita yang mudah lelah. Kelelahan adalah sesuatu yang harus dihindari oleh penderita karena ketika tubuh lelah, sistem imun menjadi menurun. Dan jika sistem imun menurun, virus menjadi mudah menyebar ke seluruh organ tubuh dan penyakit hepatitis B akan semakin parah. Tidur cukup merupakan cara agar tubuh penderita hepatitis B menjadi rileks. 

6. Mengkonsumsi Kunir


Cara Pengobatan Hepatitis B Kunir

Kunir dapat berkhasiat untuk menangani hepatitis B akut karena memiliki kandungan minyak atsiri. Minyak atsiri dan kurkumin dapat mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk hepatitis B akut, dimana berfungsi untuk anti mikroba dan anti kanker.


Pengobatan Hepatitis B Kronis


Hepatitis B kronis terjadi ketika virus HBV berdiam di dalam tubuh penderita sekitae lebih dari 6 bulan. Hepatitis B ini pada umumnya menjangkiti bayi dan anak-anak. Anak-anak yang sudah terinfeksi virus ini ketika lahir memiliki risiko terjangkit 4-5x lebih besar daripada anak-anak yang terinfeksi saat balita.
Seiring perkembangan dunia medis, obat-obatan yang memiliki dampak efektif sebagai penekan penyebaran virus hepatitis B sudah tersedia. Obat-obatan tersebut mampu menghambat proses kerusakan organ hati, tetapi tidak sepenuhnya dapat  melenyapkan virus.
1. Tes Darah

Pengobatan hepatitis B pertama kali yaitu melalui tes darah agar mengetahui seberapa parah organ hati mengalami kerusakan karena virus.

2. Fibroscan



Cara Pengobatan Hepatitis B Fibroscan

Fibroscan ini wajib dilakukan oleh penderita hepatitis B kronis. Scan tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa parah kerusakan organ hati dan mengetahui apakah hati juga mengalami pengerasan atau bahkan mengalami pengerutan sehingga berpotensi terkena sirosis hati. 

3. Biopsi Hati

Biopsi adalah langkah pemeriksaan dengan cara mengambil sedikit bagian organ hati lalu diteliti di laboratorium. Langkah tersebut berguna untuk mengetahui apakah terdapat sel kanker di dalam organ hati atau tidak.

4. Peginterferon Alfa-2a

Selanjutnya adalah dengan menggunakan obat-obatan. Penderita hepatitis B kronis tetapi fungsi organ hati masih tergolong berjalan dengan baik maka dianjurkan menggunakan obat pegintereron alfa-2a. Orang yang terjangkit hepatitis B kronis tetapi organ hatinya tidak rusak menandakan orang tersebut mempunyai kekebalan tubuh  yang bagus sehingga sistem imun di tubuhnya mampu menekan penyebaran virus yang membuat kerusakan hati tak terjadi.

5. Tenofovir atau Entecavir

Jika organ hati penderita hepatitis B kronis tersebut sudah mengalami kerusakan, maka akan diberikan obat obatan lain karena obat jenis peginterferon alfa-2a tidak mempan dan diganti dengan obat penekan virus bernama tenofovir serta entecavir. Namun apabila konsumsi obat antivirus tersebut berhenti, maka virus hepatitis B akan kebal terhadap obat antivirus tersebut dan berakibat kerusakan hati permanen. 

Jika kerusakan organ hati penderita hepatitis B sudah terbilang sangat parah, maka dianjurkan untuk menjalani transplantasi hati, yaitu prosedur operasi untuk mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati sehat.