Adsense

Rahim Turun Ke Bawah Setelah Melahirkan, Ketahui 5 Tipe Kehamilan Yang Beresiko Tinggi Menyebabkan Hal Ini terjadi


     Ketika wanita mengeluh perut terasa penuh di bagian bawah setelah melahirkan, bisa jadi itu adalah kondisi dimana rahim turun ke bawah.


Jaringan otot, ligamen, beserta kulit pada sekitar mulut bawah adalah struktur penyokong kompleks yang berperan menjaga organ panggul dan jaringan disekitarnya tetap pada tempatnya. Proses kehamilan dan persalinan yang terlalu sering membuat organ-organ tersebut bergeser atau disebut dengan istilah peranakan turun. Di alam dunia medis, peranakan turun tersebut disebut sebagai mulut bawah prolapse. Hal ini terjadi ketika organ dalam panggul seperti rahim, kandung kemih, dan rektum, turun ke dalam mulut bawah bahkan dapat keluar dari organ kemaluan. Seperti penjelasan oleh dr.Ivan Sini, Sp.OG,  RS Bunda Jakarta, mulut bawah prolapse terjadi karena otot-otot penyangga rahim melemah karena rahim bertambah berat pada saat megalami kehamilan. Perlemahan otot tersebut adalah proses alamiah yang terjadi pada tubuh wanita untuk mempermudah proses persalinan. Namun jika otot-otot tersebut tidak kembali normal pascamelahirkan, maka rahim akan terus turun sehingga dapat keluar dari mulut mulut bawah. 

Rahim Turun Ke Bawah Setelah Melahirkan

Berikut adalah ciri-ciri apabila kamu mengalami varginal prolapse :

a. Rahim yang menonjol keluar di leher rahim atau bahkan sampai keluar mulut bawah
b. Peningkatan produksi cairan di v
c. Buang air kemih yang kadang sulit dikontrol
d. Infeksi saluran kemih
e. Perdarahan pada dinding mulut bawah
f. Nyeri ketika berhubungan seksual
g. Nyeri punggung bawah


Tanda-tanda tersebut pada umumnya semakin parah apabila duduk/berdiri dalam jangka waktu lama, atau ketika mengangkat beban berat. Untuk dapat memastikan diagnosis tersebut benar, maka perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter Spesialis Kandungan, yaitu pemeriksaan secara manual dan pemeriksaan penunjang berupa USG, pemeriksaan laboratorium.


Setiap proses kehamilan selalu memiliki risiko mulut bawah prolapse, namun terdapat beberapa tipe kehamilan yang mempunyai resikot tertinggi, yaitu sebagai berikut :


1. Kehamilan ganda 

Kehamilan dengan dua atau lebih janin atau biasa disebut kembar, akan menyebabkan rahim semakin berat. Hal ini yang menjadi penyebab otot-otot penyangga rahim semakin melemah sehingga dapat meningkatkan risiko mulut bawah prolapse.




2. Ukuran bayi besar


Kehamilan dengan ukuran bayi yang besar khasusnya hampir sama dengan kehamilan ganda, ukuran bayi besar menyebabkan otot penyangga rahim kian melemah. 



3. Proses kelahiran lama 

Proses kelahiran dapat dikatakan lama apabila persalinan tersaebut lebih dari 24 jam. Ketika proses melahirkan, otot-otot penyangga rahim membuka dan melemah, sehingga apabila proses ini berlangsung terlalu lama mengakibatkan elastisitas otot berkurang dan semakin sulit kembali normal. 



4. Kehamilan terlalu sering 

Semakin sering kamu hamil maka akan semakin sering otot penyangga rahim mengalami perlemahan saat proses persalinan, sehingga meningkatkan risiko mulut bawah prolapse. 



5. Penggunaan alat vakum 

Alat vakum pada dunia medis memang digunakan untuk mempermudah proses bayi keluar dari rahim karena adanya hal-hal tertentu yang membuat bayi susah keluar. Namun, penggunaan alat vakum bisa mengganggu kekuatan otot penyangga rahim. 



Perlu terdapat kompensasi pascamelahirkan guna menguatkan kembali otot-otot penyangga rahim sebagai upaya mencegah mulut bawah prolapse. Diantaranya adalah latihan kegel untuk melatih langsung otot-otot tersebut. Caranya terbilang mudah karena bisa dilakukan sendiri. Kamu cuma perlu mengontrol otot kemaluan dengan menutup dan menahannya beberapa detik minimal 10x pengulangan. Lakukan latihan ini setiap pagi saat akan memulai aktivitas.  Namun apabila sudah terlanjur terjadi mulut bawah prolapse, maka perlu perbaikan mulut bawah tergantung dengan tingkat keadaannya. Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya uroginekologis, operasi, dan pemasangan sling atau penahan buatan dimana dimasukkan ke dalam saluran kemih.